Kebebasan dan kemerdekaan itu hanyalah semu semata
baik dalam kehidupan diri atau sekitar kita
semua ada batasan batasan baik tertulis maupun tak tertulis
baik terucap dan di ucapkan atau hanya tersimpan di hati
Bila kita perhatikan laut pun bertepi dan berpantai
gunung gunung pun berbukit dan berlembah
sungai sungai pun mengalir menuju muara
kita pun sama disetiap langkah dan sikap
ada batasan batasan yang harus kita perhatikan
untuk menuju tujuan yang pasti
Disetiap jalan yang dilalui tak kan ada jalan yang sempurna
yang tak ada kerikil dan pasir berserakan melukai kaki kita
Dan tak kan pernah ada kapal berlayar mengarungi lautan
tak bertemu karang dan gelombang yang tak menyentuh
tepi kapal................
Kita......disetiap langkah dan tingkah di tentukan oleh ketentuan
yang telah ada di hati dan di fikiran juga hukum yang ada
Kita......hanya bisa memperbaiki dan ber hati hati agar
semua batasan batasan yang kita lalu dalam hidup
tak melukai diri kita dan sekitar kita.
Kamis, 21 Maret 2013
Jumat, 15 Februari 2013
Sebatas kata CINTA
Dikesempatan malam malamku kau hadir tuh merangkai kata
menemaniku disetiap detik detik gelapnya malam
Menjalin tali kasih mengisi sepi sepi nya waktu yang terluang.
merangkai kata menjalin cerita berbagi kisah..........................
Kadang cerita berganti dari suka dan sedih juga tawa dan perdebatan
ada kebencian,marah dan rindu bersatu dan tersimpan dihati
Rayuan demi rayuan selalu meluncur begitu saja seakan tiada penghalang
dan kata kata CINTA terurai tanpa ada makna sedikitpun
menemaniku disetiap detik detik gelapnya malam
Menjalin tali kasih mengisi sepi sepi nya waktu yang terluang.
merangkai kata menjalin cerita berbagi kisah..........................
Kadang cerita berganti dari suka dan sedih juga tawa dan perdebatan
ada kebencian,marah dan rindu bersatu dan tersimpan dihati
Rayuan demi rayuan selalu meluncur begitu saja seakan tiada penghalang
dan kata kata CINTA terurai tanpa ada makna sedikitpun
Kamis, 07 Februari 2013
-> catatan hariku<-
Sinar mentari masih betah diperaduan dan masih bersembunyi dibalik awan
kabutpun belum beranjak dari pagi dan masih setia menemani seakan enggan pergi
Perlahan tapi pasti fajar kan membuka selimut malam dan menemani siang
embun pagi yang bergelayut didedaunan kan rela turun bersama sinar sang mentari
Aku disini masih setia menemani mu dan berpangku tangan tiada arti
dipandanganku kau tak pernah akan pergi dan tak kan hilang dari sukma
Dikenyakinan hatiku kau akan datang segera walau waktu kan tersisih
kelak saatku bergantung akan ku tinggalkan segera menembus harapan
Berat hati tuk melangkahkan kaki berjalan mengiringimu dijalan yang terjal
memaksakan hati menekan jiwa tuk mencapai jalan yang amat sulit diraih
Angan kan tergapai disetiap kata yang terucap dan disetiap datangnya hari
berputar mengikuti waktu dan jarum jam yang senantiasa berputar .
kabutpun belum beranjak dari pagi dan masih setia menemani seakan enggan pergi
Perlahan tapi pasti fajar kan membuka selimut malam dan menemani siang
embun pagi yang bergelayut didedaunan kan rela turun bersama sinar sang mentari
Aku disini masih setia menemani mu dan berpangku tangan tiada arti
dipandanganku kau tak pernah akan pergi dan tak kan hilang dari sukma
Dikenyakinan hatiku kau akan datang segera walau waktu kan tersisih
kelak saatku bergantung akan ku tinggalkan segera menembus harapan
Berat hati tuk melangkahkan kaki berjalan mengiringimu dijalan yang terjal
memaksakan hati menekan jiwa tuk mencapai jalan yang amat sulit diraih
Angan kan tergapai disetiap kata yang terucap dan disetiap datangnya hari
berputar mengikuti waktu dan jarum jam yang senantiasa berputar .
Sabtu, 12 Januari 2013
Kemuning yang terlupakan (ll)
Di suatu tempat diantara deru suara mesin jalanan seorang lelaki tengah berjalan menyusuri trotoar dengan berseragam abdi negara, langkah kakinya seakan mantap membawa nya menuju tempat tujuan. Sinar mentari yang membakar tubuhnya yang hitam tak dihiraukannya, dia terus melangkang mengayunkan kakinya di antara daun-daun kering yang berserakan. Tak terlihat lelah di raut wajahnya walau keringat telah membasahi sebagian tubuhnya.
Matanya terus menatap lurus kedepan sekali-kali ia memperhatikan kendaraan yang lalu lalang di sampingnya, sedikitpun dia tak merasa terganggu,kadang terlihat bibirnya mengucapkan sesuatu, tapi tak jelas terdengar. Lelaki ini parasnya tak begitu tampan, dan juga tak bertubuh bagus bahkan kesannya dia bukan seorang abdi negara kalo badannya tak terbungkus seragam.
Dia "Hendro" kekasih Kemuning. Lama sudah Hendro meninggalkan Kemunng tuk mengikuti pendidikan keprajuritan, selama dalam bara' tak sekalipun dia menghubungi Kemuning, dia benar benar melupakannya bahkan dia sibuk dengan rayuan rayuan nya ntuk gadis-gadis lain.Seakan tak sedikit pun fikirannya tertuju kepada kekasihnya yang jauh dan setia menunggunya.
Matanya terus menatap lurus kedepan sekali-kali ia memperhatikan kendaraan yang lalu lalang di sampingnya, sedikitpun dia tak merasa terganggu,kadang terlihat bibirnya mengucapkan sesuatu, tapi tak jelas terdengar. Lelaki ini parasnya tak begitu tampan, dan juga tak bertubuh bagus bahkan kesannya dia bukan seorang abdi negara kalo badannya tak terbungkus seragam.
Dia "Hendro" kekasih Kemuning. Lama sudah Hendro meninggalkan Kemunng tuk mengikuti pendidikan keprajuritan, selama dalam bara' tak sekalipun dia menghubungi Kemuning, dia benar benar melupakannya bahkan dia sibuk dengan rayuan rayuan nya ntuk gadis-gadis lain.Seakan tak sedikit pun fikirannya tertuju kepada kekasihnya yang jauh dan setia menunggunya.
Jumat, 11 Januari 2013
Kemuning yang terlupakan.(1)
Disudut bibir pantai seorang gadis tengah termenung sendiri, matanya menatap debur ombak yang perlahan menepi, sekali-kali wajahnya tertunduk memandangi hamparan pasir putih yang terinjak kakinya, sambil ia mainkan ibu jari kakinya, ia tuliskan garis-garis yang tak menentu pertanda hatinya tengah dilanda gelisah.
Ditangannya ada setangkai bunga Edelweis yang tak utuh lagi kelopak-kelopak kecilnya, entah apa yang ada dalam benak fikirannya, ia putar perlahan tangkai Edelweis itu hingga helai-helai rambut bunga itu perlahan terbang, kembali dia menatap ke arah lautan lepas, matanya jauh menerawang ke seberang batas lautan.
Tertegun lama dia menatap gelombang yang saling berkejaran, terlihat bibirnya sekali waktu mengulum senyum pahit dan melepasnya bersamaan dengan nafasnya yang ia lepas seperti melepas beban berat dihati.
Terdengar lirih dia mengucapkan kata-kata seakan hanya untuk dirinya sendiri. "Kapan kau datang kasihku, merapatkan kapalmu di dermaga ini menginjakkan kakimu ditepi pantai hatiku, aku senantiasa menunggumu tuk kembali bersama berbagi cerita, sampai kapan aku menunggumu, yang tak pernah aku dengar kabarmu hanya suara debur ombak dan burung laut yang aku temui tiap aku mengingatmu di tempat kita selalu bertemu".
Terlihat air matanya mulai perlahan mengalir membasahi dikedua belah pipinya yang putih, dia biarkan jatuh sampai batas wajahnya, dia seakan tidak peduli lagi akan keadaan disekitarnya. Angin meniup helai rambutnya yang hitam dan panjang,kadang helaian rambutnya menyapu ke wajahnya yang ayu,cahaya mentari senja mulai menyinarti sebagian tubuhnya.
Dia tetap berdiri memandang kosong kelautan yang disinari lembayung senja, dia biarkan buih-buih gelombang menepi menyapa kakinya yang elok.
"KEMUNING" ..itulah nama gadis ayu itu...... Dia telah lama ditinggalkan kekasihnya tuk pergi menunaikan tugas sebagai pengabdi negara. Dia selalu berharap kasihnya kan kembali ke hatinya. Dengan setia dia menanti walau waktu tak pernah berpihak kepadanya.Dia tetap menunggu ditepi pantai tiap senja datang, dia akan pergi ke rumahnya bersama jatuhnya sang mentari kedalam lautan dan gelap menjelang. .
Ditangannya ada setangkai bunga Edelweis yang tak utuh lagi kelopak-kelopak kecilnya, entah apa yang ada dalam benak fikirannya, ia putar perlahan tangkai Edelweis itu hingga helai-helai rambut bunga itu perlahan terbang, kembali dia menatap ke arah lautan lepas, matanya jauh menerawang ke seberang batas lautan.
Tertegun lama dia menatap gelombang yang saling berkejaran, terlihat bibirnya sekali waktu mengulum senyum pahit dan melepasnya bersamaan dengan nafasnya yang ia lepas seperti melepas beban berat dihati.
Terdengar lirih dia mengucapkan kata-kata seakan hanya untuk dirinya sendiri. "Kapan kau datang kasihku, merapatkan kapalmu di dermaga ini menginjakkan kakimu ditepi pantai hatiku, aku senantiasa menunggumu tuk kembali bersama berbagi cerita, sampai kapan aku menunggumu, yang tak pernah aku dengar kabarmu hanya suara debur ombak dan burung laut yang aku temui tiap aku mengingatmu di tempat kita selalu bertemu".
Terlihat air matanya mulai perlahan mengalir membasahi dikedua belah pipinya yang putih, dia biarkan jatuh sampai batas wajahnya, dia seakan tidak peduli lagi akan keadaan disekitarnya. Angin meniup helai rambutnya yang hitam dan panjang,kadang helaian rambutnya menyapu ke wajahnya yang ayu,cahaya mentari senja mulai menyinarti sebagian tubuhnya.
Dia tetap berdiri memandang kosong kelautan yang disinari lembayung senja, dia biarkan buih-buih gelombang menepi menyapa kakinya yang elok.
"KEMUNING" ..itulah nama gadis ayu itu...... Dia telah lama ditinggalkan kekasihnya tuk pergi menunaikan tugas sebagai pengabdi negara. Dia selalu berharap kasihnya kan kembali ke hatinya. Dengan setia dia menanti walau waktu tak pernah berpihak kepadanya.Dia tetap menunggu ditepi pantai tiap senja datang, dia akan pergi ke rumahnya bersama jatuhnya sang mentari kedalam lautan dan gelap menjelang. .
Kamis, 10 Januari 2013
Bila hasrat telah usai maka berlalu pula keinginan hati tuk bersama membagi tawa,duka dan cerita.
Semua akan begitu mudah tuk dilupakan kalau kebersamaan kita hanya didasari pada keinginan yang tiada makna dan hasrat yang mengotori jiwa.
Bukankah itu akan membuka siapa diri kita dan niat yang ada di hati kita sebenarnya dengan berlalu tanpa meninggalkan kesan seakan tak perlu lagi kita bersama . BUAT APA KITA MENGENALKAN DIRI KITA !!!!!!
Semua akan begitu mudah tuk dilupakan kalau kebersamaan kita hanya didasari pada keinginan yang tiada makna dan hasrat yang mengotori jiwa.
Bukankah itu akan membuka siapa diri kita dan niat yang ada di hati kita sebenarnya dengan berlalu tanpa meninggalkan kesan seakan tak perlu lagi kita bersama . BUAT APA KITA MENGENALKAN DIRI KITA !!!!!!
Selasa, 08 Januari 2013
Sudah berulang kali aku berusaha mengingat, tapi kenapa selalu dan selalu tak pernah bisa aku ingat, baik wajahnya,postur tubuhnya juga semua sifat dan tingkahnya, tak satupun yang aku ingat.
Apakah benar aku telah melupakan orang orang yang pernah menjadi teman-temanku atau mungkin memoriku yang sudah tak muat lagi ? atau munkin aku memang tak begitu menyukai saat-saat bersama mereka................JAHATKAH AKU???????????
Apakah benar aku telah melupakan orang orang yang pernah menjadi teman-temanku atau mungkin memoriku yang sudah tak muat lagi ? atau munkin aku memang tak begitu menyukai saat-saat bersama mereka................JAHATKAH AKU???????????
Minggu, 06 Januari 2013
catatan RINDUKU
Angin senja mengapa kau tiupkan goresan luka dihati
kau belai lembut mengiris duka membawa pilu menyayat
Lembayung nan elok mengapa pula kau sinari hati ini
dengan sinar temarammu mengirim kesepian disukma
Jiwa yang lesu dan cape ini telah menjadi kuyuh karenamu
kau tebar benih kerinduan yang tak pernah ku mengerti
Kisi hati yang dulu tertutup tak pernah ku duga kan terbuka
terisi oleh bayangan semu yang hanya datang olehmu
Dapatkah jiwa raga ini menahan segala gelora yang ada
membuang jauh kepedihan dan keterpurukan dihati
Menambatkan rasa yang dulu ada dan tersimpan disukma
menghilangkan kehampaan yang kadang ikut hadir
Malam yang pekat bawakan aku kepada tuanku
merasuk asa membawa rindu yang lama terpendam
Pengobat hati nan lara dan pilu kan kucari dikau
dalam lamunan dan mimpi mimpiku kelak
kau belai lembut mengiris duka membawa pilu menyayat
Lembayung nan elok mengapa pula kau sinari hati ini
dengan sinar temarammu mengirim kesepian disukma
Jiwa yang lesu dan cape ini telah menjadi kuyuh karenamu
kau tebar benih kerinduan yang tak pernah ku mengerti
Kisi hati yang dulu tertutup tak pernah ku duga kan terbuka
terisi oleh bayangan semu yang hanya datang olehmu
Dapatkah jiwa raga ini menahan segala gelora yang ada
membuang jauh kepedihan dan keterpurukan dihati
Menambatkan rasa yang dulu ada dan tersimpan disukma
menghilangkan kehampaan yang kadang ikut hadir
Malam yang pekat bawakan aku kepada tuanku
merasuk asa membawa rindu yang lama terpendam
Pengobat hati nan lara dan pilu kan kucari dikau
dalam lamunan dan mimpi mimpiku kelak
Selasa, 18 Desember 2012
Pagi itu aku berjalan menyusuri jalan yang pernah aku lalui ketika aku masih sekolah tapi semua sekarang berubah,,, bahkan aku sekarang kurang mengenali sepanjang jalan ini. Serasa asing buatku dan serasa jauh aku mengenal jalan ini semua sudah berubah total,tidak hanya jalannya saja tapi semua yang ada di kota ini berubah..Mudah-mudahan masih ada yang tersisa untuk selalu dikenang dan disimpan dihati......................................
Jumat, 14 Desember 2012
Berharap ada keajaiban
Pagi hari ini terasa berat buatku ,,ketika sang fajar belum menampakkan sinarnya aku sudah harus pergi menjemput rizkyku. Daun daun padi yang masih digelayuti sang embun belum jua bangun dari tidurnya ketika aku sampai di pematang sawah di ujung jalan tempat tujuanku .
Aku masih bingung dengan apa yang aku lakukan hari ini,di benakku masih berkecapuk semua rencana
yang tak ku mengerti apa dan bagaimana nanti jadinya.
Aku selalu berharap ada keajaiban menghampiri hidupku,aku sudah banyak berusaha tapi entah mengapa
yang aku harap tak jua datang dan memberiku kepuasan..
Kalau boleh aku mengeluh,Mengapa hidup ini begitu sulit ntuk diraih,mungkinkah aku telah putus asa????
Aku masih bingung dengan apa yang aku lakukan hari ini,di benakku masih berkecapuk semua rencana
yang tak ku mengerti apa dan bagaimana nanti jadinya.
Aku selalu berharap ada keajaiban menghampiri hidupku,aku sudah banyak berusaha tapi entah mengapa
yang aku harap tak jua datang dan memberiku kepuasan..
Kalau boleh aku mengeluh,Mengapa hidup ini begitu sulit ntuk diraih,mungkinkah aku telah putus asa????
Senin, 10 Desember 2012
Menunggu Waktu
Ada saatnya hati ini merenungi apa yang telah terjadi dan membukanya lembar demi lembar.
Aku pelajari dan aku baca kembali semua yang telah tertulis di tiap lembarannya.
Kadang aku menyesal bila ku lihat ada warna tinta merah menghiasi lembaranku,
yang pastinya susah sekali dihapus, kalau pun bisa dia kan berbekas.
Hari ini aku menyibak kembali masa laluku yang telah terlewati begitu saja.
jauh dilubuk hatiku aku ingin mengulang kembali dan memperbaiki kesalahanku
Mengukirnya dengan tinta emas dan menyimpannya dengan sangat rapi
Aku merasa hari hari yang kulalui tak begitu istimewa,berlalu begitu saja,
bak air mengalir menuju muara entah dimana..
Gundah yang kurasa seakan tak pernah sirna dalam senyum dan tawaku,
hati ini tak pernah bisa melepas asa yang telah terkurung dalam gelisah
Hidupku hanyalah menunggu waktu yang tepat tuk pergi kembali ke asal
Aku hanya ingin bahagia mengikuti langkahku kelak.
Aku pelajari dan aku baca kembali semua yang telah tertulis di tiap lembarannya.
Kadang aku menyesal bila ku lihat ada warna tinta merah menghiasi lembaranku,
yang pastinya susah sekali dihapus, kalau pun bisa dia kan berbekas.
Hari ini aku menyibak kembali masa laluku yang telah terlewati begitu saja.
jauh dilubuk hatiku aku ingin mengulang kembali dan memperbaiki kesalahanku
Mengukirnya dengan tinta emas dan menyimpannya dengan sangat rapi
Aku merasa hari hari yang kulalui tak begitu istimewa,berlalu begitu saja,
bak air mengalir menuju muara entah dimana..
Gundah yang kurasa seakan tak pernah sirna dalam senyum dan tawaku,
hati ini tak pernah bisa melepas asa yang telah terkurung dalam gelisah
Hidupku hanyalah menunggu waktu yang tepat tuk pergi kembali ke asal
Aku hanya ingin bahagia mengikuti langkahku kelak.
Rabu, 05 Desember 2012
Keangkuhan Diri
Kadang aku tak habis fikir, ternyata masih ada orang yang merasa lebih baik; dan lebih sempurna
memaki, dan mencerca orang sekehendak hati mengatainya dengan sebuah istilah yang
tidak patut tuk di ucapkan, oleh orang yang punya pendidikan tinggi dan punya wawasan luas.
Tak pernah kah dia bercermin pada diri sendiri dan pada kemampuan diri ?.Seakan semua
yang jadi penilaiannya adalah benar adanya.
Bahkan dia seakan melupakan asal usul nya bergaya internasional dangan gaya bahasa yang
seakan menunjukkan "INILAH AKU".
Dia juga seakan melupakan asal usul leluhurnya yang penuh tata krama, unggah ungguh dan
adat istiadat yang begitu amat dijungjung tinggi oleh masyarakatnya.
Dia lupa semua manusia punya sisi kelemahan dan kelebihan nya.
Janganlah kita merngungkit kekurangannya saja tapi nilai pula kelebihannya.
Karena semua itu juga akan jadi pelajaran buat kita semua tanpa kita sadari.
memaki, dan mencerca orang sekehendak hati mengatainya dengan sebuah istilah yang
tidak patut tuk di ucapkan, oleh orang yang punya pendidikan tinggi dan punya wawasan luas.
Tak pernah kah dia bercermin pada diri sendiri dan pada kemampuan diri ?.Seakan semua
yang jadi penilaiannya adalah benar adanya.
Bahkan dia seakan melupakan asal usul nya bergaya internasional dangan gaya bahasa yang
seakan menunjukkan "INILAH AKU".
Dia juga seakan melupakan asal usul leluhurnya yang penuh tata krama, unggah ungguh dan
adat istiadat yang begitu amat dijungjung tinggi oleh masyarakatnya.
Dia lupa semua manusia punya sisi kelemahan dan kelebihan nya.
Janganlah kita merngungkit kekurangannya saja tapi nilai pula kelebihannya.
Karena semua itu juga akan jadi pelajaran buat kita semua tanpa kita sadari.
Merubah Nasib
Keinginan hanya sebatas keinginan yang tak bisa ditentukan tewujud
Kemauan hanya sebatas angan yang terhalang kemampuan diri
Bila waktu bisa diputar ulang dan takdir bisa dirubah oleh diri
akan ku perbaiki semua kesalahan kesalahan ku yang tlah lalu
Waktu terus berjalan seakan tak mau menunggu yang tertinggal
kaki terus berpacu dan berlari mengejar bayangan semu
Keringat dan peluh terus mengalir mengiringi gerak langkahku
Basah diri tak pernah dihiraukan oleh usaha dan keadaan
Mampukah hati dan diri ini merubah semua yang telah tejadi
memperbaiki yang telah usang dan telah rapuh dimakan usia
Mampukah diri ini merubah nasib diri yang kurang menjadi lebih
aku hanya bisa berharap dan berusaha semampu yang aku punya.
Kemauan hanya sebatas angan yang terhalang kemampuan diri
Bila waktu bisa diputar ulang dan takdir bisa dirubah oleh diri
akan ku perbaiki semua kesalahan kesalahan ku yang tlah lalu
Waktu terus berjalan seakan tak mau menunggu yang tertinggal
kaki terus berpacu dan berlari mengejar bayangan semu
Keringat dan peluh terus mengalir mengiringi gerak langkahku
Basah diri tak pernah dihiraukan oleh usaha dan keadaan
Mampukah hati dan diri ini merubah semua yang telah tejadi
memperbaiki yang telah usang dan telah rapuh dimakan usia
Mampukah diri ini merubah nasib diri yang kurang menjadi lebih
aku hanya bisa berharap dan berusaha semampu yang aku punya.
Senin, 05 November 2012
Pelajaran disuatu perjalanan
Di suatu parjalanan di pagi yang serah aku temuai 2 wanita hebat yang tak muda lagi.
Yang pertama aku temui di angkutan umum arah ke pusat kota.Awalnya aku tak tertarik untuk berbincang dengan beliau sampai pada satu
waktu beliau terkejut dengan adanya anak yang hampir terserempet mobil.
Beliau bilang"Astagfirulloh! anak itu hampir aja!" sambil beliau melihat ke arahku dan tersenyum.Awalnya aku tak tertarik untuk berbincang dengannya,hingga pada suatu saat beliau bercerita tentang kegiatannya berkeliling menawarkan dan menjual sepatu dari sekolah ke sekolah . Akupun mulai tertarik dengannya karena kepergiannya sendiri tanpa ditemani,memang mungkin untuk sbagian orang hal itu sudah biasa terjadi di masyarakat kita tapi buatku adalah luar biasa karena usianya yang tak muda lagi.Aku bertanya"Ibu, tak ditemani anak bu?"
Beliau jawab"tidak, neng. Ibu gak mau menganggu anak-anak ibu biarlah mereka hidup damai dengan keluarganya,walau hidup mereka serrba pas-pasan ibu senang dengar mereka rukun,dan ibu gak mau membebani mereka selagi ibu bisa sendiri,ibu lakukan sendiri".
Dalam hatiku aku iba sekaligus kagum dengan beliau,diusianya yang senja dan tak begitu kuat lagi beliau masih semangat menghadapi kehidupan tanpa meminta dan bergantung pada orang lain walaupun kepada anaknya. Aku ingin menjadikan semangatnya yang tak hilang karena usia menguatkanku dan menjadi pemicu dalam menghadapi kehidupan yang kadang tak bisa ditebak atau ramalkan olehku .Semangatnya yang tak pupus walau harus sendiri menghadapi membuatku lebih menghargai hidupku.
Wanita ke 2 aku temui ketika aku galam perjalanan pulang disuatu tempat di gardu tempat tunggu angkutan umum atau bis aku temui wanita duduk sendiri, selintas aku lempar senyuman ke arahnya dan bertanya"Ibu menunggu bis kota?" sambil aku duduk disebelahnya yang juga akan naik bis kota.
Belau jawab"Iya,tapi belum juga datang dari tadi neng".
Tak lama kemudian bis yang kami tunggu datang. Tanpa disengaja kami duduk kembali bersebelahan, lama kami terdiam tanpa berbincang sedikit pun.Sampai ada seortang pengamen dan menyudurkan bungkus permen ke kami. Dan aku merasa heran akan tingkah ibu 1 ini beliau berdiri dan menyimpan uang recehan 500 an 1 per 1 di dudukan jendela bis sambil beliau jalan ke arah depan yang kebetulan saat itu bis tidak terlalu penuh, sambil beliau bilang "Untuk pengamen yang lain,kasian".
Aku tertarik untuk mengikutinya pindah ke kursi depan tepat disebelahnya aku duduk kembali.Aku perhatikan ibu ini beliau cantik walau usianya tak muda lagi.
Aku mulai membuka percakapan"Ibu ma kemana?". Ibu itu menjawab" mau ngurut,itu usaha ibu sehari-hari dari satu tempat ke tempat lain mengunjungi pelanggan yang sudah lama menggunakan jasa ibu".
Semakin aku tertarik kepada beliau dengan usahanya yang terbilang sederhana beliau masih mau berbagi rizky dengan yang lain , walaupun tidak banyak atau berjumlah besar.
1 lagi pelajaran bagiku untuk dapat berbagi tak harus menunggu kita punya banyak dan punya yang baru dengan yang ada ditangan kita masih bisa berbagi dan aku juga kagum beliau sepertinya tidak ingin pemberiannya diketahui orang yang menerimanya.
Terima kasih ya Alloh. hari itu aku dapat 2 pelajaran yang berharga dalam hidupku ini untuk lebih bisa menghargai kehidupan dan mau berbagi dengan yan g lain tanpa harus menunggu ucapan terima kasih
Yang pertama aku temui di angkutan umum arah ke pusat kota.Awalnya aku tak tertarik untuk berbincang dengan beliau sampai pada satu
waktu beliau terkejut dengan adanya anak yang hampir terserempet mobil.
Beliau bilang"Astagfirulloh! anak itu hampir aja!" sambil beliau melihat ke arahku dan tersenyum.Awalnya aku tak tertarik untuk berbincang dengannya,hingga pada suatu saat beliau bercerita tentang kegiatannya berkeliling menawarkan dan menjual sepatu dari sekolah ke sekolah . Akupun mulai tertarik dengannya karena kepergiannya sendiri tanpa ditemani,memang mungkin untuk sbagian orang hal itu sudah biasa terjadi di masyarakat kita tapi buatku adalah luar biasa karena usianya yang tak muda lagi.Aku bertanya"Ibu, tak ditemani anak bu?"
Beliau jawab"tidak, neng. Ibu gak mau menganggu anak-anak ibu biarlah mereka hidup damai dengan keluarganya,walau hidup mereka serrba pas-pasan ibu senang dengar mereka rukun,dan ibu gak mau membebani mereka selagi ibu bisa sendiri,ibu lakukan sendiri".
Dalam hatiku aku iba sekaligus kagum dengan beliau,diusianya yang senja dan tak begitu kuat lagi beliau masih semangat menghadapi kehidupan tanpa meminta dan bergantung pada orang lain walaupun kepada anaknya. Aku ingin menjadikan semangatnya yang tak hilang karena usia menguatkanku dan menjadi pemicu dalam menghadapi kehidupan yang kadang tak bisa ditebak atau ramalkan olehku .Semangatnya yang tak pupus walau harus sendiri menghadapi membuatku lebih menghargai hidupku.
Wanita ke 2 aku temui ketika aku galam perjalanan pulang disuatu tempat di gardu tempat tunggu angkutan umum atau bis aku temui wanita duduk sendiri, selintas aku lempar senyuman ke arahnya dan bertanya"Ibu menunggu bis kota?" sambil aku duduk disebelahnya yang juga akan naik bis kota.
Belau jawab"Iya,tapi belum juga datang dari tadi neng".
Tak lama kemudian bis yang kami tunggu datang. Tanpa disengaja kami duduk kembali bersebelahan, lama kami terdiam tanpa berbincang sedikit pun.Sampai ada seortang pengamen dan menyudurkan bungkus permen ke kami. Dan aku merasa heran akan tingkah ibu 1 ini beliau berdiri dan menyimpan uang recehan 500 an 1 per 1 di dudukan jendela bis sambil beliau jalan ke arah depan yang kebetulan saat itu bis tidak terlalu penuh, sambil beliau bilang "Untuk pengamen yang lain,kasian".
Aku tertarik untuk mengikutinya pindah ke kursi depan tepat disebelahnya aku duduk kembali.Aku perhatikan ibu ini beliau cantik walau usianya tak muda lagi.
Aku mulai membuka percakapan"Ibu ma kemana?". Ibu itu menjawab" mau ngurut,itu usaha ibu sehari-hari dari satu tempat ke tempat lain mengunjungi pelanggan yang sudah lama menggunakan jasa ibu".
Semakin aku tertarik kepada beliau dengan usahanya yang terbilang sederhana beliau masih mau berbagi rizky dengan yang lain , walaupun tidak banyak atau berjumlah besar.
1 lagi pelajaran bagiku untuk dapat berbagi tak harus menunggu kita punya banyak dan punya yang baru dengan yang ada ditangan kita masih bisa berbagi dan aku juga kagum beliau sepertinya tidak ingin pemberiannya diketahui orang yang menerimanya.
Terima kasih ya Alloh. hari itu aku dapat 2 pelajaran yang berharga dalam hidupku ini untuk lebih bisa menghargai kehidupan dan mau berbagi dengan yan g lain tanpa harus menunggu ucapan terima kasih
Jumat, 02 November 2012
Titian hariku
Dalam kegelapan aku terbangun dan berdendang lagu kehidupan
Dalam terang cahaya mentari aku tertidur melupakan kehidupan
Dalam temaramnya surya aku merenungi arti kehidupan
Dalam sejuknya pagi aku sambut kehidupan
Setiap langkah yang ku ayunkan terkadang terasa berat
walau jiwa ini menahan tangis tetap harus tersenyum
Setiap awal dari asaku kan ku bawa ke impianku
walau kadang hati ini harus menanggung lara
Semangat yang telah lama kubangun dan kupertahankan
tak akan ku biarkan terlepas dari jiwaku
Semangat yang telah kokoh mengisi hari-hariku
tak akan ku runtuhkan dari bangunan hatiku
Titian hari-hariku penuh dengan onak dan duri
tapi tawaku senantiasa kulepas mengiringi setiap langkahku
lara nestapa riuh riang silih berganti mengisi hati
tapi jiwaku senantiasa ku biarkan melayang mengisi hari
Dalam terang cahaya mentari aku tertidur melupakan kehidupan
Dalam temaramnya surya aku merenungi arti kehidupan
Dalam sejuknya pagi aku sambut kehidupan
Setiap langkah yang ku ayunkan terkadang terasa berat
walau jiwa ini menahan tangis tetap harus tersenyum
Setiap awal dari asaku kan ku bawa ke impianku
walau kadang hati ini harus menanggung lara
Semangat yang telah lama kubangun dan kupertahankan
tak akan ku biarkan terlepas dari jiwaku
Semangat yang telah kokoh mengisi hari-hariku
tak akan ku runtuhkan dari bangunan hatiku
Titian hari-hariku penuh dengan onak dan duri
tapi tawaku senantiasa kulepas mengiringi setiap langkahku
lara nestapa riuh riang silih berganti mengisi hati
tapi jiwaku senantiasa ku biarkan melayang mengisi hari
Kamis, 01 November 2012
Ke Egoisan
Bunda kau lahirkan aku dalam kasih dan sayangmu benarkah kau tulus memberiku cinta
ayah kaupun hadirkan aku tuk melengkapi kasihmu benarkah kau tulus memberiku sayang
dalam hari hari yang kulalui mengapa hanya pasaingan yang aku rasakan dan kesibukan yang
aku temui.
Kadang aku berjalan sendiri mengarungi hidup walau aku berada ditengah tengah adik -adikku
dan kalian berdua, kadang aku ingin seperti teman- teman ku yang kehidupannnya mungkin tak
seberuntung aku dengan ekonomi ibu dan ayah yang kata lain bisa jadi kabanggaanku.
Tapi entah mengapa aku merasa sepi dan amat tak menyukai kalian terutama bundaku yang hanya bisa
menuntut dan memamksakan kehendaknya tanpa dia beri contoh yang baik buat anaknya
yang di urus hanyalah wajah dan penampilannya seakan-akan dia takut sekali ditinggalkan ayah.
Dan kau ayah walaupun kau berpangkat tapi kau tak punya kepintaran dan keberanian,
kau hanya bisa menurut mengikuti kemauan bunda yang kau pamerkan ke semua orang akan
kecantikannya dan profesinya tapi kaupun seperti tidak puas dengan kehadiran bunda
kau mencari kepuasan wanita lain,kadang aku kasihan denganmu ayah yg ada kalanya dicemooh
dan digunjingkan orang bahkan kau juga diabaikan,tapi kau tak pernah sadar akan hal itu
kau tetap sombong dan bermulut besar.
Aku lengkapi kasih sayangmu ayah bunda dengan kasih sayang seorang pria yang menurutku
bisa membuat ku bahagia.....tapi kenapa ayah bunda kalian tak menyukainya apakah
karena penampilannya yang berandal atau karena perbedaan yang ada hingga tau kau restui
kami kalian anggap aku telah membuat noda kotor dalam hidup kalian
Tak sadarkah kalian bahwa kalian pun telah membuat kotor kehidupan ini yang membawaku
kelembah keterpurukan dan kesunyian yang amat sepi.
Sekarang kau buang aku dan kau sembunyikan aku dari kehidupan kalian karena kesalahan
yang sama yang pernah kalian lakukan dimasa lalu, apakah kalian tak bisa bercermin dan tak bisa
mengakuinya,apakah kalian malu ????
Aku seperti ini karena ke egoisan kalian...........................................
Aku hanya mohon maaf dan berharap kelak kemudian kalian sadar akan kesalahan-kesalahan kalian
dan dapat merubah diri dan tidak kalian ulangin agar tak terulang kejadian yang pernah aku dan kalian
lakukan.
Aku hanya ingin kalian rengkuh dalam kasih sayang kalian...............
ayah kaupun hadirkan aku tuk melengkapi kasihmu benarkah kau tulus memberiku sayang
dalam hari hari yang kulalui mengapa hanya pasaingan yang aku rasakan dan kesibukan yang
aku temui.
Kadang aku berjalan sendiri mengarungi hidup walau aku berada ditengah tengah adik -adikku
dan kalian berdua, kadang aku ingin seperti teman- teman ku yang kehidupannnya mungkin tak
seberuntung aku dengan ekonomi ibu dan ayah yang kata lain bisa jadi kabanggaanku.
Tapi entah mengapa aku merasa sepi dan amat tak menyukai kalian terutama bundaku yang hanya bisa
menuntut dan memamksakan kehendaknya tanpa dia beri contoh yang baik buat anaknya
yang di urus hanyalah wajah dan penampilannya seakan-akan dia takut sekali ditinggalkan ayah.
Dan kau ayah walaupun kau berpangkat tapi kau tak punya kepintaran dan keberanian,
kau hanya bisa menurut mengikuti kemauan bunda yang kau pamerkan ke semua orang akan
kecantikannya dan profesinya tapi kaupun seperti tidak puas dengan kehadiran bunda
kau mencari kepuasan wanita lain,kadang aku kasihan denganmu ayah yg ada kalanya dicemooh
dan digunjingkan orang bahkan kau juga diabaikan,tapi kau tak pernah sadar akan hal itu
kau tetap sombong dan bermulut besar.
Aku lengkapi kasih sayangmu ayah bunda dengan kasih sayang seorang pria yang menurutku
bisa membuat ku bahagia.....tapi kenapa ayah bunda kalian tak menyukainya apakah
karena penampilannya yang berandal atau karena perbedaan yang ada hingga tau kau restui
kami kalian anggap aku telah membuat noda kotor dalam hidup kalian
Tak sadarkah kalian bahwa kalian pun telah membuat kotor kehidupan ini yang membawaku
kelembah keterpurukan dan kesunyian yang amat sepi.
Sekarang kau buang aku dan kau sembunyikan aku dari kehidupan kalian karena kesalahan
yang sama yang pernah kalian lakukan dimasa lalu, apakah kalian tak bisa bercermin dan tak bisa
mengakuinya,apakah kalian malu ????
Aku seperti ini karena ke egoisan kalian...........................................
Aku hanya mohon maaf dan berharap kelak kemudian kalian sadar akan kesalahan-kesalahan kalian
dan dapat merubah diri dan tidak kalian ulangin agar tak terulang kejadian yang pernah aku dan kalian
lakukan.
Aku hanya ingin kalian rengkuh dalam kasih sayang kalian...............
Musim dihati
Musim telah berganti daun kering pun telah lama berhenti berguguran
angin mulai berhembus sepoi-sepoi membelai lembut
udara yang panas dan menyengat akan berganti sejuk dan segar
begitu pula hari hari yang akan dilalu selalu kan berganti
Embun pagi senantiasa hadir membasahi helaian daun
membasuh kelopak bunga yang hendak merekah
kabutpun senantiasa menemani dikala mentari mulai naik
cahaya nan terang kadang terhalang mendung
Ada sebuah kehidupan yang kadang membuat hati ini
bersorak riang dan kadang menjerit pilu
dalam keterbatasan ada yang ingin digapai
tapi kadang tak tercapai entah harus menunggu
Dalam jiwa yang terlena kadang keresahan hadir menyapa
walau hati menolak dan menghindar tapi setia mengikuti
hanya keteguhan hati yang mampu membuka cahaya
mengiringi langkah walau kadang terhalang bayangan.
angin mulai berhembus sepoi-sepoi membelai lembut
udara yang panas dan menyengat akan berganti sejuk dan segar
begitu pula hari hari yang akan dilalu selalu kan berganti
Embun pagi senantiasa hadir membasahi helaian daun
membasuh kelopak bunga yang hendak merekah
kabutpun senantiasa menemani dikala mentari mulai naik
cahaya nan terang kadang terhalang mendung
Ada sebuah kehidupan yang kadang membuat hati ini
bersorak riang dan kadang menjerit pilu
dalam keterbatasan ada yang ingin digapai
tapi kadang tak tercapai entah harus menunggu
Dalam jiwa yang terlena kadang keresahan hadir menyapa
walau hati menolak dan menghindar tapi setia mengikuti
hanya keteguhan hati yang mampu membuka cahaya
mengiringi langkah walau kadang terhalang bayangan.
Minggu, 21 Oktober 2012
Menggapai Cita
Di kesunyian malam ku dendangkan lagu kehidupan dan kugapai harapanku
Di kecerian pagi ku sempurnakan syairku dan kugantung citaku
Disetiap langkah ada tersimpan hasratku ntuk gapai duniaku
Dikeramain bicang orang ada do'a kebaikan tesimpan
Ingin ku abaikan diri ini hanya tuk sebuah cita yang terpendam
Ingin ku terus berjalan dan berlari ntuk kejar anganku
tapi semua belum bertepi.
lembar demi lembar kehidupan senantiasa kubuka dan kubuka kembali
tekadang ada sesal bergalayut dan kadang ada bahagia yang ingin tetap
kusimpan
Diantara kecewa dan bahagia ada terselip do'a sederhana yang tak putus walau
kadang ada tanya dihati kapan akan terkabul
Di kecerian pagi ku sempurnakan syairku dan kugantung citaku
Disetiap langkah ada tersimpan hasratku ntuk gapai duniaku
Dikeramain bicang orang ada do'a kebaikan tesimpan
Ingin ku abaikan diri ini hanya tuk sebuah cita yang terpendam
Ingin ku terus berjalan dan berlari ntuk kejar anganku
tapi semua belum bertepi.
lembar demi lembar kehidupan senantiasa kubuka dan kubuka kembali
tekadang ada sesal bergalayut dan kadang ada bahagia yang ingin tetap
kusimpan
Diantara kecewa dan bahagia ada terselip do'a sederhana yang tak putus walau
kadang ada tanya dihati kapan akan terkabul
Jumat, 19 Oktober 2012
Harapan hariku
Bila siang bisa berganti malam dan bila pagi bisa berlalu ke senja hidup berbagai rintangan apapin bisa terjadi walau tak pernah kita inginkan yang buruk dan terburuk dalam hidup kita hanya bagaimana kita tanggapi dan kita selesaikan semua dengan apik dan dengan tidak mengorbankan perasaan dan kebutuhan lainnya.
Begitu pula harapan yang ada dalam fikiran dan tekat yang telah disimpan dan akan dipakai tuk benahi hidup tanpa harus mengesampingkan yang kecil
Bila itu bisa terlaksana penuh harapan hati ini akan bisa lebih tenang dan berjalan tanpa ada rintangan yang berarti bagai berlalunya hari demi hari walau musim senantiasa mengikuti silih berganti tanpa lelah dan tanpa keluh kesah..
Begitu pula harapan yang ada dalam fikiran dan tekat yang telah disimpan dan akan dipakai tuk benahi hidup tanpa harus mengesampingkan yang kecil
Bila itu bisa terlaksana penuh harapan hati ini akan bisa lebih tenang dan berjalan tanpa ada rintangan yang berarti bagai berlalunya hari demi hari walau musim senantiasa mengikuti silih berganti tanpa lelah dan tanpa keluh kesah..
Kamis, 18 Oktober 2012
Kilau bahagia impianku
Yang tak pernah ku bayangkan dan tak pernah ada dalam fikiranku selama ini aku dapatkan suatu kebahagian hanya dengan merangkai kata menjadi kalimat do'a dan ucapan terimakasih menjadi sebuah suasana hati yang damai ntukku dan bagi orang disekelilingku
Ku ingin keindahan senantiasa berada dalam bingkai hidupku
Dalam bayangku kebahagia akan hidup penuh gemerlap kilau cahaya intan berlian tapi kilaunya ternyata tak seindah dalam anganku semua sinar itu perlahan berjalan menyinari kenyataan hidup amat lambat
Aku tertatih melangkahkan kakiku menyusuri dan menncari kilau cahayamu menerpa badai melalui jurang terjal kadang aku lelah tapi aku harus kuat demi mengejar impianku
Aku terlihat berkilau dipandangan dan fikiran orang tapi dalam nyata aku hanya sebuah batu biasa yang berusaha ntuk menjadikannya sebuah permata yang berharga
M u n g k i n k a h...................ini akhir tanyaku.
Ku ingin keindahan senantiasa berada dalam bingkai hidupku
Dalam bayangku kebahagia akan hidup penuh gemerlap kilau cahaya intan berlian tapi kilaunya ternyata tak seindah dalam anganku semua sinar itu perlahan berjalan menyinari kenyataan hidup amat lambat
Aku tertatih melangkahkan kakiku menyusuri dan menncari kilau cahayamu menerpa badai melalui jurang terjal kadang aku lelah tapi aku harus kuat demi mengejar impianku
Aku terlihat berkilau dipandangan dan fikiran orang tapi dalam nyata aku hanya sebuah batu biasa yang berusaha ntuk menjadikannya sebuah permata yang berharga
M u n g k i n k a h...................ini akhir tanyaku.
Langganan:
Postingan (Atom)