Senin, 05 November 2012

Pelajaran disuatu perjalanan

Di suatu parjalanan di pagi yang serah aku temuai 2 wanita hebat yang tak muda lagi.
Yang pertama aku temui di angkutan umum arah ke pusat kota.Awalnya aku tak tertarik untuk berbincang dengan beliau sampai pada satu
waktu beliau terkejut dengan adanya anak yang hampir terserempet mobil.
Beliau bilang"Astagfirulloh! anak itu hampir aja!" sambil beliau melihat ke arahku dan tersenyum.Awalnya aku tak tertarik untuk berbincang dengannya,hingga pada suatu saat beliau bercerita tentang kegiatannya berkeliling menawarkan dan menjual sepatu dari sekolah ke sekolah . Akupun mulai tertarik dengannya karena kepergiannya sendiri tanpa ditemani,memang mungkin untuk sbagian orang hal itu sudah biasa terjadi di masyarakat kita tapi buatku adalah luar biasa karena usianya yang tak muda lagi.Aku bertanya"Ibu, tak ditemani anak bu?"
Beliau jawab"tidak, neng. Ibu gak mau menganggu anak-anak ibu biarlah mereka hidup  damai dengan keluarganya,walau hidup mereka serrba pas-pasan ibu senang dengar mereka rukun,dan ibu gak mau membebani mereka selagi ibu bisa sendiri,ibu lakukan sendiri".
Dalam hatiku aku iba sekaligus kagum dengan beliau,diusianya yang senja dan tak begitu kuat lagi beliau masih semangat menghadapi kehidupan tanpa meminta dan bergantung pada orang lain walaupun kepada anaknya. Aku ingin menjadikan semangatnya yang tak hilang karena usia menguatkanku dan menjadi pemicu dalam menghadapi kehidupan yang kadang tak bisa ditebak atau ramalkan olehku .Semangatnya yang tak pupus walau harus sendiri menghadapi membuatku  lebih menghargai hidupku.


Wanita ke 2 aku temui ketika aku galam perjalanan pulang disuatu tempat di gardu tempat tunggu angkutan umum atau bis aku temui wanita duduk sendiri, selintas aku lempar senyuman ke arahnya dan bertanya"Ibu menunggu bis kota?" sambil aku duduk disebelahnya yang juga akan naik bis kota.
Belau jawab"Iya,tapi belum juga datang dari tadi neng".
Tak lama kemudian bis yang kami tunggu datang. Tanpa disengaja kami duduk kembali bersebelahan, lama kami terdiam tanpa berbincang sedikit pun.Sampai ada seortang pengamen dan menyudurkan bungkus permen ke kami. Dan aku merasa heran akan tingkah ibu 1 ini beliau berdiri dan menyimpan uang recehan 500 an 1 per 1 di dudukan jendela bis sambil beliau jalan ke arah depan yang kebetulan saat itu bis tidak terlalu penuh, sambil beliau bilang "Untuk pengamen yang lain,kasian".

Aku tertarik untuk mengikutinya pindah ke kursi depan tepat disebelahnya aku duduk kembali.Aku perhatikan ibu ini beliau cantik walau usianya tak muda lagi.
Aku mulai membuka percakapan"Ibu ma kemana?". Ibu itu menjawab" mau ngurut,itu usaha ibu sehari-hari dari satu tempat ke tempat lain mengunjungi pelanggan yang sudah lama menggunakan jasa ibu".
Semakin aku tertarik kepada beliau dengan usahanya yang terbilang sederhana beliau masih mau berbagi rizky dengan yang lain , walaupun tidak banyak atau berjumlah besar.
1 lagi pelajaran bagiku untuk dapat berbagi tak harus menunggu kita punya banyak dan punya yang baru dengan yang ada ditangan kita masih bisa berbagi dan aku juga kagum beliau sepertinya tidak ingin pemberiannya diketahui orang yang menerimanya.

Terima kasih ya Alloh. hari itu aku dapat 2 pelajaran yang berharga dalam hidupku ini untuk lebih bisa menghargai kehidupan dan mau berbagi dengan yan g lain tanpa harus menunggu ucapan terima kasih

Jumat, 02 November 2012

Titian hariku

Dalam kegelapan aku terbangun dan berdendang lagu kehidupan
Dalam terang cahaya mentari aku tertidur melupakan kehidupan
Dalam temaramnya surya aku merenungi arti kehidupan
Dalam sejuknya pagi aku sambut kehidupan

Setiap langkah yang ku ayunkan terkadang terasa berat
walau jiwa ini menahan tangis tetap harus tersenyum
Setiap awal dari asaku  kan ku bawa ke impianku
walau kadang hati ini harus menanggung lara

Semangat yang telah lama kubangun dan kupertahankan
tak akan ku biarkan terlepas dari jiwaku
Semangat yang telah kokoh mengisi hari-hariku
tak akan ku runtuhkan dari bangunan hatiku

Titian hari-hariku penuh dengan onak dan duri
tapi tawaku senantiasa kulepas mengiringi setiap langkahku
lara nestapa riuh riang silih berganti mengisi hati
tapi jiwaku senantiasa ku biarkan melayang mengisi hari 
 

Kamis, 01 November 2012

Ke Egoisan

Bunda kau lahirkan aku dalam kasih dan sayangmu benarkah kau tulus memberiku cinta
ayah kaupun hadirkan aku tuk melengkapi kasihmu benarkah kau tulus memberiku sayang
dalam hari hari yang kulalui mengapa hanya pasaingan yang aku rasakan dan kesibukan yang
aku temui.
Kadang aku berjalan sendiri mengarungi hidup walau aku berada ditengah tengah adik -adikku
dan kalian berdua, kadang aku ingin seperti teman- teman ku yang kehidupannnya mungkin tak
seberuntung aku dengan ekonomi ibu dan ayah yang kata lain bisa jadi kabanggaanku.
Tapi entah mengapa aku merasa sepi dan amat tak menyukai kalian terutama bundaku yang hanya bisa
menuntut dan memamksakan kehendaknya tanpa dia beri contoh yang baik buat anaknya
yang di urus hanyalah wajah dan penampilannya seakan-akan dia takut sekali ditinggalkan ayah.

Dan kau ayah walaupun kau berpangkat tapi kau tak punya kepintaran dan keberanian,
kau hanya bisa menurut mengikuti kemauan bunda yang kau pamerkan ke semua orang akan
kecantikannya dan profesinya tapi kaupun seperti tidak puas dengan kehadiran bunda
kau mencari kepuasan wanita lain,kadang aku kasihan denganmu ayah yg ada kalanya dicemooh
dan digunjingkan orang bahkan kau juga diabaikan,tapi kau tak pernah sadar akan hal itu
kau tetap sombong dan bermulut besar.

Aku lengkapi kasih sayangmu ayah bunda dengan kasih sayang seorang pria yang menurutku
bisa membuat ku bahagia.....tapi kenapa ayah bunda kalian tak menyukainya apakah
karena penampilannya yang berandal atau karena perbedaan yang ada hingga tau kau restui
kami kalian anggap aku telah membuat noda kotor dalam hidup kalian

Tak sadarkah kalian bahwa kalian pun telah membuat kotor kehidupan ini yang membawaku
kelembah keterpurukan dan kesunyian yang amat sepi.
Sekarang kau buang aku dan kau sembunyikan aku dari kehidupan kalian karena kesalahan
yang sama yang pernah kalian lakukan dimasa lalu, apakah kalian tak bisa bercermin dan tak bisa
mengakuinya,apakah kalian malu ????

Aku seperti ini karena ke egoisan kalian...........................................
Aku hanya mohon maaf dan berharap kelak kemudian kalian sadar akan kesalahan-kesalahan kalian
dan dapat merubah diri dan tidak kalian ulangin agar tak terulang kejadian yang pernah aku dan kalian
lakukan.

Aku hanya ingin kalian rengkuh dalam kasih sayang kalian...............

Musim dihati

Musim telah berganti daun kering pun telah lama berhenti berguguran
angin mulai berhembus sepoi-sepoi membelai lembut
udara yang panas dan menyengat akan berganti sejuk dan segar
begitu pula hari hari yang akan dilalu selalu kan berganti


Embun pagi senantiasa hadir membasahi helaian daun
membasuh kelopak bunga yang hendak merekah
kabutpun senantiasa menemani dikala mentari mulai naik
cahaya nan terang kadang terhalang mendung


Ada sebuah kehidupan yang kadang membuat hati ini
bersorak riang dan kadang menjerit pilu
dalam keterbatasan ada yang ingin digapai
tapi kadang tak tercapai entah harus menunggu


Dalam jiwa yang terlena kadang keresahan hadir menyapa
walau hati menolak dan menghindar tapi setia mengikuti
hanya keteguhan hati  yang mampu membuka cahaya
mengiringi langkah walau kadang terhalang bayangan.