Di suatu parjalanan di pagi yang serah aku temuai 2 wanita hebat yang tak muda lagi.
Yang pertama aku temui di angkutan umum arah ke pusat kota.Awalnya aku tak tertarik untuk berbincang dengan beliau sampai pada satu
waktu beliau terkejut dengan adanya anak yang hampir terserempet mobil.
Beliau bilang"Astagfirulloh! anak itu hampir aja!" sambil beliau melihat ke arahku dan tersenyum.Awalnya aku tak tertarik untuk berbincang dengannya,hingga pada suatu saat beliau bercerita tentang kegiatannya berkeliling menawarkan dan menjual sepatu dari sekolah ke sekolah . Akupun mulai tertarik dengannya karena kepergiannya sendiri tanpa ditemani,memang mungkin untuk sbagian orang hal itu sudah biasa terjadi di masyarakat kita tapi buatku adalah luar biasa karena usianya yang tak muda lagi.Aku bertanya"Ibu, tak ditemani anak bu?"
Beliau jawab"tidak, neng. Ibu gak mau menganggu anak-anak ibu biarlah mereka hidup damai dengan keluarganya,walau hidup mereka serrba pas-pasan ibu senang dengar mereka rukun,dan ibu gak mau membebani mereka selagi ibu bisa sendiri,ibu lakukan sendiri".
Dalam hatiku aku iba sekaligus kagum dengan beliau,diusianya yang senja dan tak begitu kuat lagi beliau masih semangat menghadapi kehidupan tanpa meminta dan bergantung pada orang lain walaupun kepada anaknya. Aku ingin menjadikan semangatnya yang tak hilang karena usia menguatkanku dan menjadi pemicu dalam menghadapi kehidupan yang kadang tak bisa ditebak atau ramalkan olehku .Semangatnya yang tak pupus walau harus sendiri menghadapi membuatku lebih menghargai hidupku.
Wanita ke 2 aku temui ketika aku galam perjalanan pulang disuatu tempat di gardu tempat tunggu angkutan umum atau bis aku temui wanita duduk sendiri, selintas aku lempar senyuman ke arahnya dan bertanya"Ibu menunggu bis kota?" sambil aku duduk disebelahnya yang juga akan naik bis kota.
Belau jawab"Iya,tapi belum juga datang dari tadi neng".
Tak lama kemudian bis yang kami tunggu datang. Tanpa disengaja kami duduk kembali bersebelahan, lama kami terdiam tanpa berbincang sedikit pun.Sampai ada seortang pengamen dan menyudurkan bungkus permen ke kami. Dan aku merasa heran akan tingkah ibu 1 ini beliau berdiri dan menyimpan uang recehan 500 an 1 per 1 di dudukan jendela bis sambil beliau jalan ke arah depan yang kebetulan saat itu bis tidak terlalu penuh, sambil beliau bilang "Untuk pengamen yang lain,kasian".
Aku tertarik untuk mengikutinya pindah ke kursi depan tepat disebelahnya aku duduk kembali.Aku perhatikan ibu ini beliau cantik walau usianya tak muda lagi.
Aku mulai membuka percakapan"Ibu ma kemana?". Ibu itu menjawab" mau ngurut,itu usaha ibu sehari-hari dari satu tempat ke tempat lain mengunjungi pelanggan yang sudah lama menggunakan jasa ibu".
Semakin aku tertarik kepada beliau dengan usahanya yang terbilang sederhana beliau masih mau berbagi rizky dengan yang lain , walaupun tidak banyak atau berjumlah besar.
1 lagi pelajaran bagiku untuk dapat berbagi tak harus menunggu kita punya banyak dan punya yang baru dengan yang ada ditangan kita masih bisa berbagi dan aku juga kagum beliau sepertinya tidak ingin pemberiannya diketahui orang yang menerimanya.
Terima kasih ya Alloh. hari itu aku dapat 2 pelajaran yang berharga dalam hidupku ini untuk lebih bisa menghargai kehidupan dan mau berbagi dengan yan g lain tanpa harus menunggu ucapan terima kasih
Yang pertama aku temui di angkutan umum arah ke pusat kota.Awalnya aku tak tertarik untuk berbincang dengan beliau sampai pada satu
waktu beliau terkejut dengan adanya anak yang hampir terserempet mobil.
Beliau bilang"Astagfirulloh! anak itu hampir aja!" sambil beliau melihat ke arahku dan tersenyum.Awalnya aku tak tertarik untuk berbincang dengannya,hingga pada suatu saat beliau bercerita tentang kegiatannya berkeliling menawarkan dan menjual sepatu dari sekolah ke sekolah . Akupun mulai tertarik dengannya karena kepergiannya sendiri tanpa ditemani,memang mungkin untuk sbagian orang hal itu sudah biasa terjadi di masyarakat kita tapi buatku adalah luar biasa karena usianya yang tak muda lagi.Aku bertanya"Ibu, tak ditemani anak bu?"
Beliau jawab"tidak, neng. Ibu gak mau menganggu anak-anak ibu biarlah mereka hidup damai dengan keluarganya,walau hidup mereka serrba pas-pasan ibu senang dengar mereka rukun,dan ibu gak mau membebani mereka selagi ibu bisa sendiri,ibu lakukan sendiri".
Dalam hatiku aku iba sekaligus kagum dengan beliau,diusianya yang senja dan tak begitu kuat lagi beliau masih semangat menghadapi kehidupan tanpa meminta dan bergantung pada orang lain walaupun kepada anaknya. Aku ingin menjadikan semangatnya yang tak hilang karena usia menguatkanku dan menjadi pemicu dalam menghadapi kehidupan yang kadang tak bisa ditebak atau ramalkan olehku .Semangatnya yang tak pupus walau harus sendiri menghadapi membuatku lebih menghargai hidupku.
Wanita ke 2 aku temui ketika aku galam perjalanan pulang disuatu tempat di gardu tempat tunggu angkutan umum atau bis aku temui wanita duduk sendiri, selintas aku lempar senyuman ke arahnya dan bertanya"Ibu menunggu bis kota?" sambil aku duduk disebelahnya yang juga akan naik bis kota.
Belau jawab"Iya,tapi belum juga datang dari tadi neng".
Tak lama kemudian bis yang kami tunggu datang. Tanpa disengaja kami duduk kembali bersebelahan, lama kami terdiam tanpa berbincang sedikit pun.Sampai ada seortang pengamen dan menyudurkan bungkus permen ke kami. Dan aku merasa heran akan tingkah ibu 1 ini beliau berdiri dan menyimpan uang recehan 500 an 1 per 1 di dudukan jendela bis sambil beliau jalan ke arah depan yang kebetulan saat itu bis tidak terlalu penuh, sambil beliau bilang "Untuk pengamen yang lain,kasian".
Aku tertarik untuk mengikutinya pindah ke kursi depan tepat disebelahnya aku duduk kembali.Aku perhatikan ibu ini beliau cantik walau usianya tak muda lagi.
Aku mulai membuka percakapan"Ibu ma kemana?". Ibu itu menjawab" mau ngurut,itu usaha ibu sehari-hari dari satu tempat ke tempat lain mengunjungi pelanggan yang sudah lama menggunakan jasa ibu".
Semakin aku tertarik kepada beliau dengan usahanya yang terbilang sederhana beliau masih mau berbagi rizky dengan yang lain , walaupun tidak banyak atau berjumlah besar.
1 lagi pelajaran bagiku untuk dapat berbagi tak harus menunggu kita punya banyak dan punya yang baru dengan yang ada ditangan kita masih bisa berbagi dan aku juga kagum beliau sepertinya tidak ingin pemberiannya diketahui orang yang menerimanya.
Terima kasih ya Alloh. hari itu aku dapat 2 pelajaran yang berharga dalam hidupku ini untuk lebih bisa menghargai kehidupan dan mau berbagi dengan yan g lain tanpa harus menunggu ucapan terima kasih